Bagi ibu yang baru pertama kali menyusui, muncul banyak kekhawatiran. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah: bagaimana cara menyusui bayi baru lahir agar tidak tersedak?
Melihat bayi batuk atau seperti tersedak saat menyusu memang bisa membuat orang tua panik. Namun sebenarnya, kondisi ini cukup umum terjadi pada bayi baru lahir, terutama ketika bayi masih belajar mengatur ritme antara mengisap, menelan, dan bernapas.
Kabar baiknya, dengan posisi menyusui yang tepat dan teknik yang benar, risiko bayi tersedak saat menyusu bisa diminimalkan.
Artikel ini akan membahas cara menyusui bayi dengan aman agar proses menyusui menjadi lebih nyaman bagi ibu dan bayi.
Apakah Bayi Bisa Tersedak Saat Menyusu?
Ya, bayi memang bisa tersedak saat menyusu. Biasanya hal ini terjadi karena:
-
aliran ASI terlalu deras
-
posisi menyusui kurang tepat
-
bayi menyusu terlalu cepat
-
perlekatan mulut bayi kurang sempurna
Dalam ilmu laktasi dan bidang Pediatrics, kemampuan bayi untuk mengatur koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas masih berkembang pada minggu-minggu pertama kehidupannya.
Itulah sebabnya bayi baru lahir terkadang masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi saat menyusu.
Tanda Bayi Hampir Tersedak Saat Menyusu
Sebelum benar-benar tersedak, bayi biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:
-
bayi tiba-tiba batuk saat menyusu
-
bayi melepas puting secara tiba-tiba
-
napas bayi terdengar cepat
-
bayi terlihat kaget atau tersentak
-
ASI terlihat keluar dari sudut mulut bayi
Jika ibu melihat tanda-tanda ini, tenangkan diri terlebih dahulu. Biasanya bayi akan berhenti sejenak dan kembali bernapas normal.
Cara Menyusui Bayi Baru Lahir Agar Tidak Tersedak
Berikut beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko bayi tersedak saat menyusu.
1. Gunakan Posisi Menyusui yang Tepat
Posisi menyusui sangat berpengaruh pada kelancaran aliran ASI.
Beberapa posisi yang direkomendasikan antara lain:
Posisi cradle hold
Posisi ini paling sering digunakan. Kepala bayi berada di lipatan siku ibu dan tubuh bayi menghadap ke tubuh ibu.
Posisi football hold
Posisi ini sering dianjurkan oleh konselor laktasi karena membantu ibu mengontrol kepala bayi dengan lebih baik.
Posisi side lying
Ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan. Posisi ini sering digunakan saat menyusui malam hari.
Organisasi seperti World Health Organization juga menyarankan agar tubuh bayi menghadap langsung ke tubuh ibu agar proses menyusu lebih efektif.
2. Pastikan Perlekatan Mulut Bayi Benar
Perlekatan yang baik sangat penting untuk mencegah bayi tersedak.
Ciri perlekatan yang benar antara lain:
-
mulut bayi terbuka lebar
-
sebagian besar areola masuk ke mulut bayi
-
bibir bayi melipat keluar
-
dagu bayi menyentuh payudara
Jika perlekatan tidak tepat, bayi bisa menelan udara atau kesulitan mengatur aliran ASI.
3. Perhatikan Aliran ASI
Beberapa ibu memiliki let-down reflex atau refleks pengeluaran ASI yang cukup kuat.
Ketika ASI keluar terlalu deras, bayi bisa kewalahan dan akhirnya batuk atau tersedak.
Jika hal ini terjadi, ibu bisa:
-
memerah sedikit ASI sebelum menyusui
-
menghentikan sebentar ketika aliran terlalu deras
-
menyendawakan bayi sebelum melanjutkan menyusu
4. Biarkan Bayi Mengatur Ritme Menyusu
Bayi sebenarnya memiliki kemampuan alami untuk mengatur ritme menyusu.
Biasanya bayi akan:
-
mengisap beberapa kali
-
berhenti sebentar untuk bernapas
-
kemudian kembali menyusu
Hindari memaksa bayi menyusu terus menerus tanpa jeda.
5. Sendawakan Bayi Secara Berkala
Menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu.
Beberapa waktu yang tepat untuk menyendawakan bayi adalah:
-
ketika bayi berhenti menyusu
-
ketika bayi terlihat gelisah
-
setelah berpindah payudara
Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko bayi tersedak.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Tersedak Saat Menyusu?
Jika bayi tersedak saat menyusu, lakukan langkah berikut:
-
Angkat bayi ke posisi tegak
-
Hentikan proses menyusui sementara
-
Tepuk lembut punggung bayi
-
Biarkan bayi batuk untuk membersihkan saluran napas
Biasanya bayi akan segera kembali normal setelah beberapa saat.
Namun jika bayi tampak:
-
kesulitan bernapas
-
wajah berubah kebiruan
-
tidak bisa menangis
segera cari bantuan medis.
Tips Agar Menyusui Lebih Nyaman untuk Ibu dan Bayi
Menyusui seharusnya menjadi momen yang menyenangkan antara ibu dan bayi.
Beberapa tips sederhana yang bisa membantu antara lain:
-
cari posisi menyusui yang paling nyaman
-
menyusui di tempat yang tenang
-
gunakan bantal menyusui jika diperlukan
-
jangan terburu-buru saat menyusui
Semakin santai ibu saat menyusui, biasanya bayi juga akan lebih tenang.
Kesimpulan
Bayi baru lahir memang terkadang bisa batuk atau seperti tersedak saat menyusu. Hal ini biasanya terjadi karena bayi masih belajar mengatur koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas.
Dengan posisi menyusui yang tepat, perlekatan yang baik, serta memperhatikan aliran ASI, risiko bayi tersedak dapat dikurangi.
Jika ibu masih merasa khawatir atau bayi sering tersedak saat menyusu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi.
Sumber Referensi
-
World Health Organization
-
Centers for Disease Control and Prevention
-
UNICEF
Perawat NICU | Edukator Perawatan Bayi




Komentar
Posting Komentar